Pasar saham bisa menjadi tempat yang menakutkan, terutama karena pergerakan harga yang tidak menentu dan tidak masuk akal. Satu waktu, Bank Sentral mungkin memotong suku bunga dan tiba-tiba pasar naik dua persen. Atau mungkin penyebaran flu burung di Jakarta menyebabkan sentimen investasi turun tajam dan pasar saham turun lima persen. Intinya, tidak ada yang bisa memprediksi pasar saham dalam waktu dekat. Lalu kenapa harus berinvestasi di pasar saham kalau begitu? Jawaban sederhananya adalah pengembalian atau keuntungan yang lebih tinggi daripada obligasi pemerintah dan reksadana (yang memerlukan biaya pialang saham) dalam jangka waktu panjang. Dan kenapa kita harus membayar pialang saham untuk berinvestasi mewakili kita padahal statistik menunjukkan bahwa kinerja mereka di bawah indeks pasar? Ketika saya tahu rahasia kecil di antara para manajer keuangan ini, saya tahu bahwa saya harus belajar berinvestasi sendiri.
Karena pasar saham sangat tidak menentu, sangat penting untuk mengambil keuntungan dari situasi ini. Setiap hari, hal baru terjadi di pasar saham tapi lucunya ketika pasar saham jatuh, semua orang kelihatannya ikut terjebak dalam kepanikan dan menjual saham mereka juga. Dalam jangka waktu pendek pasar saham tidak bisa ditebak atau diprediksi. Satu hari seorang politikus mungkin saja berpidato yang bisa menakuti-nakuti para investor dan tiba-tiba semua orang berteriak “jual jual jual” Akibatnya, harga saham jatuh. Akhirnya, bagaimanapun juga, dalam situasi seperti itu, semuanya didiskon. Ketika semua orang menjual, lihatlah sebagai kesempatan berbelanja. Seperti saat ada obral di mall, apakah anda ketakutan dan lari? Pasti tidak, orang yang berpikir rasional akan membeli barang pada saat diskon. Beli murah, jual mahal. Beli pada saat yang lain takut, jual pada saat yang lain terlalu percaya diri. Ini adalah filosofi berinvestasi yang semua orang harus tahu, meskipun mudah untuk dikatakan daripada dilakukan.
Mengontrol Emosi Adalah Rahasia Dalam Berinvestasi
Berinvestasi di pasar saham lebih susah daripada perkiraan banyak orang karena saat pasar panik, gampang sekali bagi investor tetap untuk ikut panik juga. Jika seseorang membeli saham pada saat krisis keuangan Asia di tahun 1998, maka dia akan kaya raya sekarang! Selalu ingat hal ini!
Bagaimanapun, pada umumnya, tidak ada cara cepat untuk menjadi kaya, jika tidak semua orang akan menjadi milyuner sekarang. Sebaliknya, investor yang pintar harus melihat tren jangka panjang dan mengacuhkan semua kepanikan sesaat dan naik turunnya pergerakan harga. Investor yang pintar justru mengambil keuntungan dari pergerakan sesaat ini untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dan bertahan sampai harga naik. Tetapi, bersiaplah untuk menahan saham dalam jangka waktu yang lama. Kesabaran adalah kunci utama.
Dengan ini, semoga berhasil dengan investasi anda dan silahkan post pendapat anda di forum ini!

Brapa modal pertama memulai bisnis kecil…???