INFORMASI UNTUK MEMULAI BISNIS KECIL
RSS:
Publications
Comments

Mencari Uang dari Blog atau Website anda Lewat Iklan

Meskipun banyak orang di Indonesia ingin mendapatkan uang dari blog atau website, pasar internet sendiri masih kecil di Indonesia sehingga tidak bisa menarik pemasang iklan yang ingin memasarkan produk atau jasa mereka lewat website. Untuk lebih jelasnya, Indonesia memiliki sekitar 30 juta pengguna internet, sedangkan China memiliki sekitar 384 juta pengguna internet di tahun 2009. Perbedaan ini sangat mencolok dan menjelaskan kesulitan yang  kami, orang Indonesia, hadapi dalam mencari uang lewat blog.

Jadi, bagaimana supaya kita menghasilkan uang dari website atau blog? Sebagai permulaan, saya ingin menjelaskan bagaimana proses mendapatkan uang dari website yang ada di negara lain, khususnya Amerika Serikat. Dengan ini, saya akan memberlakukan prinsip-prinsip ini untuk membantu anda mencapai tujuan anda. Biar saya perjelas dulu – banyak orang memiliki gagasan bahwa mencari uang dari internet itu cepat dan mudah. Tidak ada yang namanya periode uang mudah. Mencari uang membutuhkan kerja keras, pemikiran kreatif, dan dedikasi.

Sejauh ini di Amerika Serikat, orang-orang mendapatkan uang dari website mereka dengan menggunakan Google Adsense, bahkan sebenarnya lebih dari 50% pendapatan Google berasal dari pemasukan Adsense mereka. Perlu diingat bahwa Google adalah perusahaan sebesar 180 milyar dollar. Ini bukan pasar yang kecil, ini besar sekali. Anda bisa memasuki pasar ini khususnya untuk Indonesia dan menguangkan website anda.

Apakah Google Adsense dan Adword dan bagaimana proses ini bekerja? Google Adsense adalah perantara yang menghubungkan antara pemasang iklan dengan penerbit. Jika anda seorang penerbit, anda ingin pemasang iklan untuk memasang iklan di website anda dan membayar anda. Pemasang iklan, idealnya, ingin memasang iklan mereka di website anda dan menjual produk mereka. Dimana peran Google dalam hal ini? Google menghitung seberapa banyak anda akan dibayar dan berapa banyak pemasang iklan harus membayar menggunakan proses sistematik tawar-menawar. Apa yang ditawar oleh pemasang iklan? Pemasang iklan menawar “keywords” (kata kunci) yang orang-orang cari di mesin pencari Google. Contohnya, jika anda mencari kata kunci “business” (bisnis) di mesin pencari Google, kata ‘bisnis’ adalah kata kunci yang sangat populer dan banyak pemasang iklan yang ingin mengiklankan produk dan jasa mereka pada orang-orang yang mencari kata ‘bisnis’. Kenapa hal ini terjadi? Karena orang-orang yang mencari kata ‘bisnis’ mungkin juga mencari produk dan jasa yang berkaitan dengan bisnis seperti software akuntansi, jasa konsultasi, dan sebagainya. Oleh karena itu, jika satu pemasang iklan rela membayar 1 dollar per klik untuk memasang iklan di website tentang bisnis, pemasang iklan yang lain mungkin menawar CPC (cost per click/biaya per klik) lebih tinggi misalnya 2 dollar per klik sampai penawaran maksimum tercapai.

Apa yang bisa kita pelajari dari hal ini? Kita belajar bahwa tiap kata kunci memiliki harga atau nilai yang berbeda. Dengan kata lain, website yang berurusan dengan subyek yang populer dimana pemasang iklan rela menawar dan memasang iklannya, akan mendapat banyak uang. Jika anda tidak percaya pada saya cukup dengan cari “bisnis” di Google, klik di hasil pencarian pertama dan anda akan menemukan bahwa disitu penuh dengan iklan. Hal kedua yang bisa kita pelajari adalah karena Google Adsense tidak ada di Indonesia, kita dapat merundingkan iklan secara personal langsung dengan pemasang iklan dan mendapat uang. Ini mungkin terdengar sulit, tetapi kenyataannya, Google mengambil keuntungan begitu banyak sehingga penerbit, yaitu ANDA, mendapatkan uang yang sangat sedikit. Kebanyakan website di AS mendapatkan uang yang sedikit, orang-orang hanya mendapatkan 2 sen per klik dan kesulitan mendapatkan orang untuk meng-klik iklan sejak awal. Oleh karena itu memakai jasa seperti Google atau sejenisnya, tidak akan membuat anda mendapatkan banyak uang.

Apa artinya hal ini untuk anda dan website dan blog anda yang akan datang? Pastikan anda memulainya dengan pasar yang relevan di Indonesia dimana anda bisa mendapatkan uang sejak awal. Membuat blog tentang kehidupan sehari-hari anda di masa SMA tidak akan mendatangkan uang bagi anda. Sebagai tambahan, pikirkan siapa tepatnya yang ingin memasang iklan di website anda. Misalnya anda mempunyai wesite memasak dengan ratusan resep, ide yang bagus untuk menghubungi perusahaan makanan di Indonesia seperti Indofood atau perusahaan komoditas seperti Gulaku atau supermarket di Indonesia contohnya Hero atau Carrefour – kreatiflah! Begitu anda mendapatkan nomor telepon perusahaan tersebut, mintalah berbicara dengan departemen marketing. Ini kedengaran seperti tugas yang berlebihan, tapi ingatlah bahwa anda membantu mereka dengan membolehkan mereka memasarkan produk mereka di website anda. Seperti yang sudah saya bilang, mencari uang tidaklah mudah!

Baiklah – mari beranggapan bahwa anda sudah mempunyai website dan anda mempunyai 5000 unique visitor (pengunjung unik) [ “unique visitor” adalah terminologi yang berarti pengguna yang berbeda-beda] setiap bulan yang masuk. Menurut pendapat saya, 5000 unique visitor ambang minimum sampai anda bisa menghasilkan uang di Indonesia. Jika anda tidak mempunyai 5000 unique visitor per bulan, jangan berharap anda bisa menghasilkan uang. Bagaimana cara menarik pengunjung ke website anda? Mempunyai isi yang menarik dan berbeda barangkali adalah faktor utama untuk mendapatkan pengunjung. Lihat-lihatlah, website Bisnis Kecil dan anda menemukan artikel lain yang menjelaskan tentang ini.

Dan inilah bagian yang sulit. Begitu anda membuat website dan anda mempunyai banyak pengunjung, anda harus mencari cara bagaimana untuk mendapatkan uang. Berapa biaya iklan di website anda? Beberapa orang membebankan biaya berdasarkan impresi (berapa kali iklan ditonton/dilihat), sedangkan yang lain membebankan biaya berdasarkan jumlah klik. Karena lebih banyak orang yang akan melihat sebuah iklan daripada mengkliknya, Cost per Impression (CPI) [Biaya tiap Melihat] akan lebih murah daripada Cost per Click (CPC) [Biaya tiap Klik].

Untungnya bagi kita, Google mempunyai alat yang dapat menghitung berapa biaya tiap klik untuk sebuah kata kunci. Lihatlah link ini (sayangnya ini dalam bahasa Inggris):

https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal

Bagaimanapun juga, begitu anda berada di website:

  1. Carilah kata kunci yang berhubungan dengan website anda
  2. Setelah anda mencari, pastikan anda memperlihatkan semua kolom (lihat gambar)
  3. Kemudian ubahlah mata uang ke rupiah

(Klik gambarnya)

Sekarang anda mempunyai gambaran berapa pemasang iklan rela atau harus membayar untuk tiap klik di website anda. Ini akan menjadi titik awal dalam negosiasi dengan pemasang iklan di website anda.

Dengan ini saya akan mengakhiri artikel ini. Saya mendoakan semoga anda berhasil dan silahkan berkomentar atau bertanya. Saya akan berusaha semampu saya untuk menjawab pertanyaan anda.


Bisnis Di Rumah

Memulai bisnis di rumah bukan untuk semua orang atau untuk semua bisnis. Biasanya bisnis di rumah cenderung kecil karena tidak membutuhan banyak orang untuk berkumpul di satu lokasi dan bahkan bisa dijalankan secara individual. Pertanyaan pertama yang harus diajukan adalah bisnis macam apa yang akan saya mulai? Bisnis di rumah tidak sesuai apabila anda ingin memulai bisnis yang membutuhkan banyak karyawan yang perlu berkolaborasi secara terus-menerus satu sama lain. Beberapa contoh bisnis di rumah : konsultan (apapun bentuknya), pelatih atau instruktur pribadi, tutor, jasa hukum, jasa keuangan, desain web, jasa teknik, dan lain sebagainya. Sebagaimana anda lihat, bisnis di rumah membutuhkan bakat yang canggih dan unik tetapi tidak membutuhkan karyawan terlalu banyak.

Ada beberapa keuntungan untuk memulai bisnis di rumah. Pertama, anda tidak harus membayar sewa, pajak sewa, pemeliharaan dan biaya fasilitas lain. Anda juga tidak harus membayar biaya transportasi dan BBM. Tambahan lagi, ini akan memberi anda fleksibilitas dalam gaya bekerja dan kemandirian.

Bagaimanapun, kemandirian inilah dimana munculnya masalah. Pertama, anda membutuhkan kedisiplinan dalam hal kapan anda mulai bekerja, berhenti bekerja, dan kapan harus keluar rumah. Di atas semua itu, kemandirian berarti anda mungkin tidak bisa mencapai semua yang anda butuhkan untuk mengatur bisnis anda. Carilah bantuan apabila anda perlu. Mungkin saja bermanfaat untuk menyewa perusahaan lain untuk menangani akuntansi dan pembukuan anda atau menyediakan jasa untuk membuat website atau membantu anda dengan pemasaran online. Anda mungkin juga butuh menyewa perusahaan untuk mengerjakan semua manufaktur! Dalam banyak kasus, kita tidak bisa melakukan semuanya sendiri dan membutuhkan bantuan orang lain.

Jika bisnis di rumah anda sedikit lebih kompleks, sangat penting anda menggunakan komputer dan jasa teknologi lainnya. Contohnya, jika anda mempunyai bisnis merancang dan membuat kaos oblong, anda akan membutuhkan tempat penyimpanan untuk kaos-kaos anda. Ini berarti anda membutuhkan jumlah yang akurat tentang inventaris anda secara terus-menerus. Ini akan membantu anda untuk menentukan berapa jumlah kaos yang tersedia  dan kapan anda perlu untuk memesan kaos lebih banyak untuk dijual. Setiap kali anda menjual kaos dan memesan lagi, anda harus membayar dan mencatat semuanya. Menggunakan komputer spreadsheets yang efisien (atau software lain) dan sistem pembayaran tagihan online adalah kunci untuk pertumbuhan bisnis anda dan untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak. Teknologi membantu anda untuk menghemat waktu, dan oleh karena itu anda dapat menggunakan waktu anda untuk mengembangkan bisnis anda lewat pemasaran dan networking. Akhirnya, memanfaatkan teknologi software untuk mengatur bisnis anda akan membantu bisnis anda berkembang.

Bisnis di rumah bukanlah cara untuk tinggal di rumah sepanjang hari. Bisnis ini membutuhkan disiplin dan pengetahuan bagaimana cara memanfaatkan fasilitas di sekitar anda misalnya outsourcing dan teknologi. Mengetahui apa yang ada di sekitar anda dan murahnya berbisnis di rumah akan membawa anda pada kesuksesan pada akhirnya.